Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Armada F-15 Jepang Dilarang Terbang


Kementerian Pertahanan Jepang melarang terbang semua armada pesawat tempur F-15 Eagle negara itu, Rabu (6/7). Keputusan itu diambil setelah satu pesawat F-15J jatuh secara misterius di Laut China Timur, sehari sebelumnya.
Pesawat tempur yang hilang tersebut tinggal landas dari pangkalan udara Naha di Okinawa, Jepang, Selasa pagi, untuk menjalani latihan tempur bersama tiga pesawat lain. Sekitar pukul 10.33, pilot Mayor Yuji Kawakubo (37) mengirim sinyal tanda bahaya dan hilang dari radar di titik berjarak 180 kilometer sebelah barat laut kota Naha, Okinawa.
Kawakubo sendiri hingga berita ini diturunkan masih belum ditemukan. Militer Jepang mengerahkan tak kurang dari enam kapal perang dan 13 pesawat militer, ditambah tiga kapal patroli penjaga laut, untuk mencari Kawakubo di perairan Laut China Timur.
”Sampai saat ini kami masih menyelidiki detail kecelakaan ini dan melakukan segala daya upaya untuk mencari pilot yang hilang. Kami akan terus memberikan kabar terbaru jika ada perkembangan,” tutur Kepala Staf Pasukan Bela Diri Udara (ASDF) Jepang Shigeru Iwasaki, seperti dikutip The Japan Times.
Salah satu pesawat pencari menemukan jejak tumpahan minyak dan beberapa bagian pesawat, termasuk bagian ekor pesawat jet tersebut, di laut. ”Kami menemukan beberapa bagian pesawat, tetapi pesawatnya sendiri belum ditemukan,” ujar juru bicara ASDF.
Belum diketahui apakah Kawakubo sempat menggunakan kursi pelontar untuk keluar dari pesawat sebelum pesawat itu jatuh ke laut.
Semua armada F-15 Jepang dilarang terbang sampai penyebab jatuhnya pesawat tersebut diketahui. Jepang memiliki 202 pesawat F-15 dan merupakan pengguna terbesar pesawat tempur tersebut di luar negara asalnya, Amerika Serikat.
Jepang memproduksi sendiri pesawat-pesawat tersebut di bawah lisensi yang diberikan kepada Mitsubishi Heavy Industries. Saat ini, Jepang sedang mencari pesawat baru untuk menggantikan armada F-15 yang sudah mulai menua.
AS sendiri juga berencana menggantikan armada F-15-nya dengan pesawat-pesawat yang lebih modern, seperti F-35 Lightning II dan F-22 Raptor. Meski demikian, pesawat-pesawat terbaru tersebut bukannya tanpa masalah.
Hingga saat ini, Angkatan Udara AS masih melarang terbang semua armada F-22 milik AS. Pesawat tempur termodern di dunia itu dilarang terbang sejak 3 Mei karena ditengarai bermasalah pada sistem pasokan oksigen untuk pilot.
Keputusan itu diambil AU AS setelah terjadi serentetan insiden, yang melibatkan pesawat berharga 411 juta dollar AS per unit ini. Salah satu insiden terjadi di Alaska saat sebuah F-22 menyerempet pucuk-pucuk pepohonan sebelum mendarat. Saat diperiksa, pilot pesawat itu mengaku sama sekali lupa telah menyerempet pohon, yang menunjukkan ia kemungkinan menderita hipoksia atau kekurangan oksigen.


Sumber : Kompas.com
Kamis, Juli 07, 2011 | 0 komentar | Read More

Nge-tweet Saat Pemilu Akan Dipenjara

INILAH.COM, Thailand - Saat pemilu berlangsung, pemerintah Thailand melarang kampanye virtual. Yang ketahuan melanggar akan dipenjara.
Thailand menyelanggarakan pemilu, Sabtu (3/7) ini. Untuk menjaga keamanan, pemerintah mengerahkan 100.000 aparat yang ditempakan di lebih dari 90 ribu tempat pemungutan suara (TPS). Namun tidak hanya di TPS, keamanan pun berjaga-jaga memonitor situs media sosial internet Twitter, Facebook, dll.
Pemilu dimulai jam 8 pagi dan selesai jam 3 sore. Sejak Sabtu malam hingga pemilu selesai, tidak boleh ada yang komentar atau mem-posting apapun di akun partai politik apapun.
"Setiap kandidat dan pendukungnya akan dituntut hukuman penjara jika mereka ketahuan berkampanye di situs jejaring sosial," ujar Suthiphon Thaveechaiyagarn, sekjen komisi pemilu.
Hukuman penjara yang ditetapkan maksimal enam bulan dan denda 10,000 baht atau setara dengan Rp2,8 juta. Yang dilarang tidak hanya di situs jejaring sosial internet, tapi juga SMS dan e-mail.
"Akan ada lebih dari 100 petugas yang akan memantau internet. Jika ketahuan, kami akan segera memblokir situs dan menangkap pelakunya. Kalau situsnya terdaftar di luar negeri, kami akan melacak alamat IP (Internet Protocol), untuk penyelidikan lebih lanjut," ujar jubir kepolisian Prawut Thavornsiri.

Sumber : Inilah.com
Minggu, Juli 03, 2011 | 0 komentar | Read More

Nasib Astronot NASA Tanpa Pesawat Ulang Alik


INILAH.COM, Jakarta – Menyusul pensiunnya para astronot AS, pesawat ulang alik Space Shuttle Atlantis juga akan dilengserkan Juli ini. Artinya, NASA tak akan punya kendaraan lagi ke luar angkasa.
Space Shuttle Atlantis adalah pengorbit terakhir Space Shuttle aktif dalam armada pesawat ulang-alik milik National Aeronautics and Space Administration (NASA), spaceflight dan badan eksplorasi antariksa AS. Sebagai Space Shuttle operasional keempat dan terakhir yang dibangun perusahaan Rockwell International di California Selatan pada April 1985, Atlantis sudah tidak bisa digunakan lagi karena memasuki masa pensiun.
Misi terakhirnya adalah STS-135, penerbangan terakhir sebelum program Shuttle berakhir. Penerbangan akhir ini disahkan oleh Presiden pada Oktober 2010, untuk membawa pasokan tambahan ke ISS dan mengambil beberapa hal dari sebuah proses untuk misi Launch on Need, yang hanya akan diterbangkan bila awak Endeavour membutuhkan penyelamatan.
Sebagai penggantinya, AS sedang membangun pesawat luar angkasa untuk perjalanan manusia, yang saat ini baru mencapai titik render artisnya. ‘Kendaraan kru multi tujuan’ ini disebut-sebut cocok digunakan mengunjungi asteroid pada 2025 ini .
Namun, untuk tetap menjalankan aktivitas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), astronot AS akan menumpang pada pesawat kapsul ruang angkasa Rusia, Soyuz. NASA sendiri membayar agensi luar angkasa Rusia untuk mendapat kursi di Soyuz. Selama beberapa tahun, kapsul Soyuz bertanggung jawab membawa dan mengembalikan awak ISS.
ISS, stasiun ruang angkasa yang sebenarnya laboratorium yang mengorbit, terus menjadi rumah enam awak dari salah satu negara yang memiliki program luar angkasa. Masa tugas mereka disana yakni enam bulan. Tiap tiga awak akan menggantikan awak lainnya per tiga bulan.
Selain membawa awak, Soyuz selama ini juga telah melayani lebih dari sekadar menjadi truk pengiriman. “Ada misi berawak ke ISS untuk mengirim pasokan dan kargo. Namun, pesawat itu bukanlah untuk tinggal, “ ujar humas NASA untuk operasi ruang angkasa Joshua Buck.
Awak ISS di masa depan juga akan berlatih bersama di Johnson Space Center di Houston, seperti yang pernah dilakukan sebelumnya. Kemudian, mereka menyelesaikan pelatihan di Rusia sebelum meluncur bersama Soyuz dari Kazakhstan di Asia Tengah.
Buck menuturkan, pergeseran untuk penerbangan Soyuz ini sebenarnya bukanlah perombakan besar bagi astronot AS. “Astronot NASA dan Eropa serta Jepang telah terbang ke ISS menaiki Soyuz selama beberapa tahun,” katanya.
Kerjasama antara badan luar angkasa AS dan Rusia juga sudah terjalin sejak lama. Pada Juli 1975 misalnya, pesawat ulang alik Apollo dan sistem peluncur Soyuz berangkat bersama ke luar angkasa. Soyuz bertugas mengambil gambar, sedangkan Apollo mengorbit.
Selain itu, AS-Rusia juga sempat bekerja sama dalam Shuttle Mir Program, yakni program kolaborasi yang melibatkan pesawat ulang alik AS berkunjung ke MIR Rusia. Di sini, astronot Rusia naik di shuttle AS, sebaliknya, astronot AS naik di Soyuz. Tujuannya adalah agar astronot AS belajar pengalaman ruang angkasa Rusia.
Adapun terkait pengurangan jumlah astronot NASA yang diperlukan untuk perjalanan antariksa, humas Johnson Space Center Nicole Cloutier-Lemasters mengatakan, astronot tambahan yang sebelumnya telah berlatih di misi pasokan ISS akan mengambil peran lain berbasis darat seperti membantu penelitian dan desain kendaraan NASA masa depan .
“Karena ada semacam waktu penting untuk misi masa depan, ada banyak terobosan dan ada banyak hal yang harus dilakukan selama pekerjaan awal,” kata Cloutier-Lemasters. Jadi, beberapa astronot kami akan mendukung awak di kantor, meninjau desain seperti desain panel instrumen, dan memberi umpan balik, lanjutnya.
Penugasan lain dari astronot adalah, “Dipindah ke posisi lain di badan itu,” tutupnya.

Sumber : Inilah.com
Minggu, Juli 03, 2011 | 0 komentar | Read More

Nabi Palsu Ditangkap di Arab Saudi


RIYADH - Seorang pria ditangkap setelah mengumumkan pada warga yang tengah beribadah di sebuah masjid di Kota Mekkah, Arab Saudi. pria itu menyebut dirinya sebagai nabi dan juru selamat.

Pria 36 tahun ini bernama Sami menunggu para jamaah selesai menunaikan ibadah salat untuk mendeklarasikan dirinya sebagai seorang nabi.

"Saya Al Mahdi Al Montathar (Imam Mahdi), saya nabi yang diutus Allah SWT. untuk menyelamatkan dan menuntun kalian," ujarnya seperti dikutip emirates247, Sabtu (2/7/2011).

Investigasi dilakukan terhadap Sami. Saat diinterogasi, Sami tetap menyatakan bahwa dirinya adalah nabi. Kepolisian akan memeriksa kesehatannya di rumah sakit karena diduga mengalami gangguan mental.

Kejadian seperti ini sebelumnya juga pernah muncul di Mekkah dalam beberapa bulan yang lalu. Seluruh tersangka nabi palsu ditangkap dan diperiksa secara medis.



 Sumber : Okezone.com
Sabtu, Juli 02, 2011 | 0 komentar | Read More

Taliban Dilatih ISI & Dipelihara Pakistan


BOWRI TANA - Seorang Gubernur Distrik di Afghanistan menuduh Pemerintah Pakistan melindungi militan Taliban yang kerap menyerang Afghanistan dan pasukan Amerika Serikat (AS).

Gubernur Distrik Bowri Tanah Wali Shah menjelaskan, mengapa para militan Taliban dapat beroperasi dengan mudah dari Pakistan dan tidak terdeteksi.

Shah menyatakan, Pakistan selama ini berpura pura ketika mereka mengumumkan akan menyerang Taliban. Taliban selama ini dilatih oleh Badan Intelijen Pakistan (ISI) dan melakukan serangannya ke Afghanistan. Demikian seperti dilansir ANI, Jumat (1/7/2011).

Shah juga menambahkan, Pakistan menginginkan kekerasan terus terjadi di Afghanistan dan ingin menghambat pembangunan di Afghanistan.

Pejabat militer AS di Khost memang mengakui akan ketidakcakapan militer Afganistan. Mereka bahkan menyatakan, kemampuan militer Afghanistan berada di bawah standar.

Sebelumnya, Afghanistan juga menuding Pakistan yang melepaskan serangan roket ke daerah perbatasan Afghanistan. Pakistan pun menyangkal tuduhan yang dilayangkan oleh Afghanistan. Dengan adanya tuduhan oleh Afghanistan hubungan kedua negara ini pun terlihat mengalami pasang surut.

Sumber : Okezone.com
Jumat, Juli 01, 2011 | 0 komentar | Read More

Presiden Prancis diserang warga dan nyaris terjatuh

Sebuah insiden dialami Presiden Prancis Nicolas Sarkozy saat menyalami warga yang berkumpul di Kota Brax, Prancis. Seorang pria tiba-tiba merenggut kuat-kuat bahu Sarkozy hingga membuatnya nyaris jatuh. Namun, kendati kaget, Sarkozy mengaku tidak marah dan tidak menuntut si penyerang dipenjara. 

Menurut harian The Telegraph, insiden itu berlangsung Kamis siang waktu setempat. Saat itu Sarkozy menyalami para warga setempat dengan pengawalan yang cukup longgar.
Tak dinyana, dari kerumunan orang itu, seorang pria langsung mencekal jas yang dikenakan Sarkozy di bagian bahu. Ditarik cukup kuat, Sarkozy nyaris jatuh ke arah pagar barikade.

Beruntung, tim keamanan langsung sigap. Selain mengamankan Sarkozy, mereka juga meringkus si penyerang, yang diketahui bernama Hermann Fuster dan berusia 32 tahun.

Sempat kaget dengan peristiwa itu, Sarkozy tak lama kemudian berkata kepada para wartawan, "Tidak masalah, tidak masalah." Kantor kepresidenan pun menyatakan tidak akan menggugat Fuster ke pengadilan.

Padahal bila digugat, Fuster bisa terancam hukuman penjara maksimal tiga tahun dan denda yang nilainya setara dengan Rp548,6 juta karena menyerang tokoh publik.

Setelah insiden itu, Presiden Sarkozy kembali menyalami warga dan bersikap seakan tidak terjadi apa-apa.






Berikut foto pada saat detik-detik kejadian :







Sumber I       : Vivanews.com
Sumber Foto : Detik.com
Jumat, Juli 01, 2011 | 0 komentar | Read More

Jembatan terpanjang di dunia diresmikan


































BEIJING - China meresmikan penggunaan jembatan yang diklaim terpanjang di dunia. Jembatan yang melintasi laut itu memiliki panjang 42 kilometer dan ditopang dengan lebih dari 5.000 pilar.

Jembatan Teluk Jiaozhou menghubungkan Kota Qingdao menuju Pulau Huangdao.
Menurut Stasiun Televisi CCTV, jembatan yang memiliki lebar 35 meter ini dibangun menghabiskan biaya lebih dari 10 miliar yuan atau sekira Rp13,2 triliun (Rp1,328 per yuan). 

Jembatan tersebut lulus pemeriksaan keamanan konstruksi pada Senin 27 Juni kemarin. Setelah dinyatakan aman, jembatan dan terowongan bawah laut dibuka untuk umum mulai hari ini. 

Pemerintah China membutuhkan waktu 4 tahun untuk membangun jembatan ini. Hal lain yang unik adalah 5.000 pilar yang menopang jembatan agar tetap kokoh. Demikian diberitakan The Washington Post, Kamis (30/6/2011).

Klaim jembatan terpanjang di dunia dianggap benar, karena pihak Guinness World Records telah memverifikasinya. Rekor sebelumnya dipegang oleh Jembatan Danau Pontchartrain di Lousiana, Amerika Serikat (AS).
Jumat, Juli 01, 2011 | 0 komentar | Read More